Jumat, 07 Januari 2011

kalimat positiv sederhana bahasa jepang

Kalimat Positif Sederhana
Pada bagian ini kita akan belajar bagaimana membuat kalimat sederhana (positif) dalam bahasa Jepang. Pola yang digunakan untuk membuat kalimat tersebut adalah, "KB1 wa KB2 desu" Untuk lebih jelas silakan anda simak beberapa contoh berikut ini:
Contoh Kalimat:
Saya ____. : Watashi wa _____desu.
わたしは__です。
Saya Arif. : Watashi wa Arif desu.
わたしはアリフです。
Saya Yamada. : Watashi wa Yamada desu.
わたしはやまだです。
Orang ___. : ___ jin desu.
__じんです。
Saya orang Indonesia. : Watashi wa Indonesia-jin desu.
わたしはインドネシアじんです。
Yamada orang Jepang. : Yamada san wa Nihon-jin desu.
やまださんはにほんじんです。
Penjelasan:
• Partikel “wa” tidak mempunyai arti dalam bahasa Indonesia namun berfungsi sebagai penanda subjek, artinya kata sebelum wa merupakan topik yang dibicarakan.
• Sementara desu menjadi penanda berakhirnya kalimat. Desu selalu ada pada kalimat formal, dan memberi nuansa "santun" pada kalimat. Desu juga tidak dapat diartikan dalam bahasa Indonesia.
Contoh Lain:
• Ano hito wa Dea san desu.
あのひとはデアさんです。 Orang itu Dea.
• Dea san wa daigakusei desu.
デアさんはだいがくせいです。 Dea (seorang) mahasiswa.
• Brian san wa Kanada-jin desu.
ブリアンさんはカナダじんです。 Brian orang Kanada.

Kosakata:
• Watashi わたし Saya
• ~Jin ~じん Orang ~
• Indonesia-jin インドネシアじん Orang Indonesia
• Ano hito あの人 Orang itu
• ~ san ~さん Pak, Bu, Mas, Mba dll
• Daigakusei だいがくせい Mahasiswa
• Nihon にほん Jepang
• Kanada カナダ Kanada

Kalimat Tanya Bahasa Jepang
Pada bagian ini kita akan belajar bagaimana membuat kalimat tanya dalam Bahasa Jepang. Untuk membuat kalimat tanya Bahasa Jepang sungguh mudah, yaitu dengan menambahkan partikel ka setelah kalimat pernyataan. Untuk lebih jelas silakan perhatikan contoh berikut ini:
Kalimat Tanya
Apakah anda ____. : Anata wa ____ san desu ka.
あなたは__さんですか。
Apakah anda Dea? : Anata wa Dea san desu ka.
あなたはデアさんですか。
Iya, benar. : Hai, soo desu.
はい、そうです。
Bukan. : Iie, chigaimasu.
いいえ、ちがいます。
Iya, saya Dea. : Hai, watashi wa Dea desu
はい、わたしはデアです。

Contoh Lain:
• Ano hito wa Dea san desu ka.
あのひとはデアさんですか。 : Apakah orang itu Dea?
• Kanojo wa isha desu ka.
かのじょはいしゃですか。 : Apakah Dia dokter?
• Kare wa Amerika-jin desu ka.
かれはアメリカじんですか。 : Apakah dia orang Amerika?

Kosakata
• Soo そう Begitu
• Hai, soo desu はい、そうです Iya, benar
• Chigaimasu ちがいます Tidak, salah
• Kanojo かのじょ Dia (p)
• Kare かれ Dia (l)
• Isha いしゃ Dokter
• Amerika アメリカ Amerika

kata sambung dalam bahasa jepang atau setsuzokushi

Mari belajar bahasa Jepang lagi ^_^, sumber dari blognya ulan jangan lupa berkunjung ke sana juga ya, soalnya disana info bahasa Jepangnya banyak hehe

A. Arti dan Fungsi Setsuzokushi
Dalam Bahasa Indonesia konjungsi sering disebut juga kata sambung. Si kata sambung ini dalam Bahasa Jepang disebut dengan setsuzokushi. Nagayama Isami secara singkat menjelaskan bahwa yang dimaksud setsuzokushi ialah kelas kata yang dipakai untuk menghubungkan atau merangkaikan kalimat dengan kalimat atau merangkaikan bagian-bagian kalimat [Isami, 1986: 157]. Fungsi setsuzokushi [konjungsi] yatu:

1. Setsuzokushi dipakai untuk merangkaikan, menjajarkan atau mengumpulkan beberapa kata. Setsuzokushi dipakai di antara kata-kata itu.

a. Borupen matawa manenhitsu de kakinasai!
b. Eigo narabini suugaku wo benkyou shinasai!
c. Yuka-san, Emiko-san oyobi Akemi-san ga daihyou toshite dekakemasu.

2. Setsuzokushi dipakai untuk menggabungkan dua klausa atau lebih dalam suatu kalimat, menghubungkan induk kalimat dengan anak kalimat. Setsuzokushi diapit oleh bagian-bagian kalimat yang digabungkan itu.
a. Kare wa seijika de, shikamo, bungakusha data.
b. Benkyou mo suru shi, mata, undou mo suru.
c. Tasuke wo motometa ga, shikashi dare mo konakatta.

3. Setsuzokushi dipakai untuk menggabungkan dua kalimat, menyatakan bahwa kalimat yang disebutkan mula-mula berhubungan dengan kalimat yang disebutkan berikutnya. Setsuzokushi diletakkan setelah titik pada kalimat pertama.
a. Kaze wa yanda. Daga, ame wa furitsuzuiteru.
b. Eiga wo mi ni ikou ka. Soretomo, ongaku wo kiki ni ikou ka?
c. Kare wa atama ga ii. Shikashi, undou ga dame desu.

Setsuzokushi tidak mengenal konjugasi atau deklinasi, termasuk kelas kata yang berdiri sendiri [jiritsugo] dan tidak mempunyai dukungan sintaksis dengan bentuk lain, tidak dapat diatur atau dihubung-hubungkan dengan kata lain dan tidak dapat membentuk kalimat tanpa sokongan kata lain. Setsuzokushi hanya berfungsi menghubungkan beberapa kata, menghubungkan dua klausa atau lebih atau menghubungkan bagian-bagian kalimat, menggabungkan kalimat dengan kalimat. Setsuzokushi tidak dapat menjadi subjek, objek, predikat atau pun adverbia.

B. Jenis-jenis Setsuzokushi
Ada beberapa pendapat mengenai setsuzokushi ini. Ada yang membaginya menjadi lima jenis dan ada juga yang membaginya menjadi tujuh jenis. Seperti Uehara Takeshi dalam buku Shinshu Kaimei Kokubunpo, Terada Takanao dalam buku Chugakusei No Kakubunpou dan Hirai Masao dalam buku Nandemo Wakaru Shinkokugo Handobukku membagi setsuzokushi menjadi 7 jenis yakni: heiritsu, sentaku, tenka, gyakusetsu, joken, tenkan dan setsumei.

Baik Nagayama Isami maupun Murakami Motojiro tampaknya mengelompokkan jenis setsuzokushi [konjungsi] jouken, tenkan dan setsumei [yang dikemukakan oleh Uehara Takeshi, Terada Takanao dan Hirai Masao] menjadi jenis junsetsu. Pada bagian ini akan dibahas semua jenis setsuzokushi yang telah dikemukakan di atas.

1. Setsuzokushi yang menyatakan hubungan yang setara [heiritsu no setsuzokushi].
Setsuzokushi yang dipakai untuk menyatakan hubungan setara di antaranya: oyobi [dan, serta, lagi], narabini [dan, lagipula, serta, begitu pula], mata [dan, lagi, juga, selanjutnya].
Setsuzokushi-setsuzokushiseperti ini berfungsi untuk merangkaikan, menjajarkan atau mengumpulkan beberapa kata atau kalimat yang setara sehingga menjadi satu kesatuan kalimat yang lebih besar.

a. Ji wo kaki, mata hon wo yomu.
b. Pochi wa utsukushiku, mata kashikoi inu desu.
c. Eigo narabini suugaku o benkyou shinasai!
d. Yuka-san, Emiko-san, oyobi Akemi-san ga daihyou toshite dekakemesu.


2. Setsuzokushi yang menyatakan pilihan [sentaku no setsuzokushi]
Jenis setsuzokushi ini berfungsi menyatakan pilihan di antara kata-kata yang disebutkan sebelumnya dengan kata-kata yang disebutkan kemudian. Setsuzokushi yang menyatakan pilihan ini antara lain: aruiwa [atau, atau pun, boleh jadi, mungkin, barangkali, kalau tidak], soretomo [atau, kalau tidak], matawa [atau], moshikuwa [atau, atau pun] dan sebagainya.

a. Okashi ga ii ka, soretomo, kudamono ga ii ka?
b. Denwa matawa denpou de oshirase shimasu.
c. Furansu-go aruiwa doitsu-go o benkyou shitai to omotteru.
d. Tegami moshikuwa denwa de gohenji itashimasu.


3. Setsuzokushi yang menyatakan hubungan tambahan [tenki no setsuzokushi]

Setsuzokushi yang dipakai untuk menyatakan hubungan tambahan ini di antaranya kata-kata omake ni [tambahan, sebagai tambahan, selain itu, lagipula], shikamo [lagipula, dan, juga, selanjutnya tambahan], soshite/soushite [lalu, dan lagi, selanjutnya], sonoue [di samping itu, selain itu, lagipula, tambahan pula], sorekara [lalu, sesudah itu, maka, selanjutnya], sore ni [lagipula, selain itu, tambahan], nao [lagi, lagipula, selanjutnya dan lagi, demikian juga], mata [lagi, dan juga, selanjutnya tambahan, yang lain]. Setsuzokushi kelompok ini berfungsi menyatakan bahwa tindakan pertama diikuti tindakan berikutnya, benda/keadaan yang pertama diikuti benda/keadaan yang pertama diikuti benda/keadaan berikutnya. Penjelasan yang disebutkan kemudian memperkuat penjelasan yang disebutkan sebelumnya.

a. Kare wa Eigo ga dekita, shikamo nihongo mo dekiru.
b. Yama ni mo itta shi, soshite umi ni mo itta.
c. Ame mo hidokatta ga, sonoue kaze mo hidokatta.


4. Setsuzokushi yang menyatakan hubungan yang berlawanan [gyakusetsu no setsuzokushi]
Setsuzokushi yang dipakai untuk menyatakan hubungan yang berlawanan ialah: ga [[tapi, tetapi, namun], kedo/keredo/kedomo/keredomo [tapi, tetapi, akan tetapi, meskipun, walaupun], shikashi [tetapi, walaupun demikian, namun] soredemo [walaupun begitu, walaupun demikian, tetapi], tadashi [tetapi, tapi], daga/desu ga [tetapi, akan tetapi, walaupun demikian], dakedo/dakeredo/desukedo/desukeredo/desukeredomo/dakeredomo [walaupun demikian, tapi, tetapi], datte [tetapi], demo [walaupun begitu, biarpun, tetapi, akan tetapi], tokoroga [tetapi, sebaliknya, padahal, melainkan], dan sebagainya. Setsuzokushi yang termasuk kelompok ini berfungsi untuk merangkaikan beberapa kata atau kalimat dan menyatakan bahwa pernyataan yang disebutkan pertama berlawanan dengan pernyataan yang disebutkan kemudian.

a. Atama no ii gakusei da. Shikashi, kesseki ga ooi.
b. Kinou depaato e ikimashita. Tokoroga, depaato ga yasumi deshita.
c. Haru ga kita. Daga, mada kaze wa tsumetai.


5. Setsuzokushi yang menyatakan hubungan sebab-akibat atau hubungan persyaratan [jouken no setsuzokushi]

Setsuzokushi-setsuzokushi yang menyatakan hubungan sebab-akibat ini antara lain: sorede [oleh sebab itu, maka], sokode [oleh karena itu, jadi], suruto [dengan demikian, lantas], dakara/desukara [oleh karena itu, maka, karena, sehingga, jadi], shitagatte [oleh karena itu, oleh sebab itu, jadi, karena], yue ni [oleh karena itu, oleh sebab itu], soreyue [oleh sebab itu, karena itu], to [karena, sebab, bila, kalau]. Setsuzokushi jenis ini berfungsi merangkaikan beberapa kata atau kalimat dan menyatakan kata-kata atau kalimat yang disebutkan mula-mula merupakan syarat atau sebab, sedangkan kata-kata atau kalimat yang disebutkan kemudian merupakan akibat.

a. Ano mise wa maigetsu juugonichi ga kyuujitsu da. Kyou wa juugonichi da. Suruto, ano mise e itte mo dame da ne.
b. Ashita wa tenki ga waruku narisou desu ne. Dakara, ashita wa yameyou, yama e iku no wa.
c. Chottomo undou shinai. Shitagatte, karada ga yowai no da.
d. Kare wa karada ga yowai. Sorede, yoku kesseki suru.

6. Setsuzokushi yang menyatakan suatu perubahan atau peralihan [tenkan no setsuzokushi]
Setsuzokushi yang termasuk jenis ini berfungsi merangkaikan beberapa kata atau kalimat dengan menyatakan bahwa pernyataan yang disebutkan kemudian merupakan perralihan/pergantian/perubahan daripada pernyataan yang disebutkan mula-mula. Setsuzokushi-setsuzokushi yang termasuk jenis ini di antaranya: sate [kalau begitu, baik, nah, ada pun, jadi, maka, lantas], dewa [kalau begitu, maka, lalu, kemudian, jadi, baiklah], tokini [walaupun demikian, ngomong-ngomong], tokorode [oya, ngomong-ngomong, tetapi], soredewa [kalau begitu, jika demikian, jadi], tonikaku [namun demikian, walau bagaimanapun, pokoknya, pada umumnya, bagaimanapun juga].
a. Tokoro de, konogoro eiga o mimasu ka?
b. Sate, hanashi kawatte, kawa e asobi ni itta Yukari-san wa.
c. Toki ni, ano mondai wa dou narimashita ka?

7. Setsuzokushi yang menyatakan hubungan penjelasan [setsumei no setsuzokushi]
Di dalam kelompok setsuzokushi yang menyatakan hubungan penjelasan ini terdapat kata-kata: tsumari [dengan singkat, dengan kata lain, pendek kata, alhasil, ialah, yaitu, akhirnya, yakni], sunawachi [yaitu, yakni, ialah, lalu], tatoeba [misalnya, umpamanya, seandainya], nazenara [sebab, karena], yousuruni [dengan singkat, pendek kata, pokoknya, sebenarnya], dan lain-lain. Setsuzokushi kelompik ini berfungsi merangkaikan beberapa kata atau kalimat dan menyatakan pernyataan yang disebut kemudian merupakan penjelasan atau tambahan pernyataan yang disebut sebelumnya.
a. Dekakeru no wa yameta hou ga ii. Nazenara ashita wa ame ga furusou dakara.
b. Nihon wa shiki, sunawachi haru, natsu, aki, fuyu no henka ga aru.

C. Pembentukan Setsuzokushi
Kata-kata yang termasuk setsuzokushi [konjungsi] jumlahnya cukup banyak. Contohnya sebagian besar telah dikemukakan pada penjelasan bagian B. Apabila melihat bentuk setsuzokushi, maka akan kelihatan ada setsuzokushi yang merupakan bentukan dari kelas kata lain. Maksud pembentukan setsuzokushi di sini yaitu beberapa kelas kata dipakai secara berurutan dan akhirnya menjadi sebuah setsuzokushi. Misalnya kata sorekara berasal dari nomina sore [itu] ditambah partikel kara [dari, mulai], lalu kedua kata itu menjadi sebuah setsuzokushi [konjungsi] sorekara yang berarti lalu, dan, selanjutnya atau sesudah itu. Pembentukan setsuzokushi dapat terjadi dengan pola-pola seperti berikut:
1. Meishi + joshi
Tokoroga [tokoro +ga]
Sorenara [sore +nara]
Yueni [yue +ni]
Tokorode [tokoro + de]
Soredewa [sore +dewa]
Sokode [soko +de]
Soreni [sore +ni]
Sorede [sore +de]
Tokini [toki +ni]

2. Doushi + joshi
Shitagatte [shitagau + te]
Narabini [narabu + ni]
Suruto [suru +to]

3. Fukushi + joshi
Matawa [mata + wa]

4. Jodoushi + joshi
Desukeredomo [desu +keredomo]
Desukeredo [desu +keredo]
Desukedo [desu +kedo]
Dakeredomo [da + keredomo]
Dakeredo [da + keredo]
Dakedo [da +kedo]
Desukara [desu + kara]
Dakara [da +kara]
Desuga [desu + ga]
Daga [da +ga]

5. Joshi + joshi
Demo [de + mo]
Dewa [de + wa]
Shikamo [shika + mo]

6. Fukushi + doushi
Soushite [sou +shite]
Soshite [so +shite]

7. Fukushi + doushi + joshi
Sousuruto [sou +suru + to]

D. Setsuzokushi yang sama dengan kelas kata lain
Seperti telah dijelaskan pada bagian C, ada setsuzokushi yang terbentuk dari beberapa kelas kata. Beberapa kelas kata dikombinasikan dan akhirnya membentuk sebuah setsuzokushi. Selain itu, yang perlu diketahui juga, ada beberapa kata yang termasuk setsuzokushi yang dipakai juga pada keelas kata lain. Maksudnya, ada beberapa kata yang dipakai pada kelompok setsuzokushi, tetapi dipakai pula pada kelas kata lain. Kalau kita melihat jenis setsuzokushisetsuzokushi yang dipakai juga pada kelompok fukushi dan kelompok joshi.
1. Setsuzokushi yang sama dengan fukushi [adverbia]
a.
[1] Kare wa mata jigyou ni shippai shita. [fukushi]
[2] Atama mo yoi shi, mata karada mo yoi. [setsuzokushi]
b.
[1] Nao yoku sagashite mimasu. [fukushi]
[2] Kaijo wa koudou desu. Nao, kaikai wa kuji desu. [setsuzokushi]
c.
[1] Boku mo aruiwa iku kamo shirenai. [fukushi]
[2] Tozan aruiwa kaisuiyoku ni iku. [setsuzokushi]

Untuk membedakan apakah kata itu termasuk setsuzokushi atau termasuk fukushi, kita harus memperhatikan isi atau makna seluruh kalimat atau harus memperhatikan konteks kalimat itu. Setsuzokushi dipakai untuk menggabungkan beberapa kalimat atau menggabungkan bagian kalimat-kalimat. Seperti setsuzokushi [konjungsi] fukushi pada kalimat a-2 dipakai untuk menggabungkan kalimat Atama mo yoi dengan kalimat Karada mo yoi sehingga menjadi kalimat Atama mo yoi shi, mata karada mo yoi. Tetapi fukushi [adverbia] mata seperti yang ada pada kalimat a-1 dipakai untuk menerangkan kata-kata yang ada pada bagian berikutnya, tidak berfungsi sebagai konjungsi/kata sambung.

2. Setsuzokushi yang sama dengan joshi [partikel]
a.
[1] Yoku taberu ga, chotto mo futoranai. [joshi]
[2] Yoku taberu. Ga, chotto mo futoranai. [setsuzokushi]
b.
[1] Ji o yomeru keredomo, kakenai. [joshi]
[2] Ji o yomeru. Keredomo, kakenai. [setsuzokushi]

Barangkali mudah sekali kita membedakan apakah kata itu sebagai setsuzokushi atau sebagai joshi. Sebagai contoh kita dapat melihat kalimat a. joshi [partikel] ga pada kalimat a-1 tidak dapat berdiri sendiri, selalu mengikuti kata yang ada sebelumnya. Kata itu baru dapat menunjukkan arti bila sudah disusun dengan kata lain. Sedangkan setsuzokushi [konjungsi] gaSetsuzokushi tidak dapat digabungkan dan disusun dengan kata lain. Setsuzokushi lain yang dipakai juga sebagai joshi yaitu: date, dewa, keredo, demo dan sebagainya. seperti yang tertulis pada Bagian B, tampak ada beberapa seperti pada contoh kalimat a-2 dapat berdiri sendiri dan dapat menunjukkan arti tanpa bantuan kata lain.

Kredit : Setzuzokushi si Kata Sambung

kata kerja bahasa jepang dan fungsi kata kerja

Kata Kerja Bentuk "~ masu"

Disebut demikian karena memang kata kerja ini berakhiran "masu". Kata kerja bentuk masu merupakan kata kerja bentuk sopan. Silakan simak beberapa list kata kerja bentuk masu beserta artinya:
Bentuk ~ masu Arti Bentuk ~ masu Arti
Kaerimasu
帰ります Pulang Nemasu
寝ます Tidur
Kaimasu
買います Membeli Okimasu
起きます Bangun
Kakimasu
書きます Menulis Tabemasu
食べます Makan
Nomimasu
飲みます Minum Kimasu
来ます Datang
Hatarakimasu
働きます Bekerja Shimasu
し ます Melakukan
Mimasu
見 ます Melihat Benkyoo shimasu
勉強します Belajar

Fungsi dari kata kerja masu:
A. Menunjukan Kebiasaan Yang Dilakukan
• Asa, okimasu.
朝、起きます。 Pagi-pagi bangun.
• Mainichi, hatarakimasu.
毎日、働きます。 Setiap hari bekerja.
• Maiban, benkyoo shimasu.
毎晩、勉強します。 Setiap malam belajar.
• Yoru, nemasu.
夜、寝ます。 Malam Tidur.
kata keterangan waktu seperti: asa (pagi), hiru (siang), yoru (malam), mainichi (setiap hari), maiasa (setiap pagi), maiban (setiap malam), itsumo (selalu), taitei (biasanya) dll biasanya digunakan untuk lebih menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan suatu kebiasaan.
B. Menunjukan Kegiatan Yang Akan Dilakukan
• Nichiyoobi, ikimasu.
日曜日、行きます。 Hari Minggu, (akan) pergi.
• Ashita, hatarakimasu.
明日、働きます。 Besok (akan) bekerja.
Untuk membuat kalimat tanya dari kata kerja, sama caranya dengan yang lain, yaitu dengan menambahkan partikel ka di akhir kalimat.
A: Ashita, ikimasu ka.
明日、行きますか。
B: Hai, ikimasu.
はい、行きます。 A: Apakah besok pergi?

B: Iya pergi.
A: Mainichi, hatarakimasu ka.
毎日、働きますか。
B: Hai, hatarakimasu.
はい、働きます。 A: Apakah setiap hari bekerja?

B: Iya, bekerja.
Kenapa subjeknya tidak ada?? Ya, bahasa Jepang memang jarang sekali menyertakan subjek kalimat apabila konteks percakapannya sudah diketahui oleh pembicara dan lawan bicara.

Kata Kerja Bentuk "~ masen"

Bagaimana membuat kalimat negatif dari kata kerja??? Sangat mudah!!! Untuk membuat kalimat negatif kamu tinggal mengganti akhiran "masu" dengan "masen".
Lihat list perubahan dari bentuk positif ke negatif:
Positif Negatif Arti
Hatarakimasu
働きます Hatarakimasen
働きません Bekerja
Kaerimasu
帰ります Kaerimasen
帰りません Pulang
Kaimasu
買います Kaimasen
買いません Membeli
Kakimasu
書きます Kakimasen
書きません Menulis
Nomimasu
飲みます Nomimasen
飲みません Minum
Mimasu
見ます Mimasen
見 ません Melihat
Nemasu
寝ます Nemasen
寝 ません Tidur
Okimasu
起きます Okimasen
起 きません Bangun
Tabemasu
食べます Tabemasen
食 べません Makan
Kimasu
来ます Kimasen
来ません Datang
Shimasu
し ます Shimasen
しません Melakukan
Benkyoo shimasu
勉強します Benkyoo shimasen
勉強しません Belajar

Contoh Kalimat:
• Ashita, hatarakimasen.
明日、働きません。 Besok tidak kerja
• Asa, tabemasen.
朝、食べません。 Pagi-pagi tidak makan.
A: Yoru, benkyoo shimasu ka.
夜、勉強しますか。
B: Iie, benkyoo shimasen.
いいえ、勉強しません。 A: Apakah malam belajar?

B: Tidak, tidak belajar.


Pada bagian ini kita akan belajar mengenai kata sifat bahasa Jepang. Kata sifat Bahasa Jepang diklasifikasikan menjadi 2 bagian, yaitu kata sifat i dan kata sifat na. Kata Sifat i adalah kata sifat yang berahiran i, sedangkan kata sifat na adalah kata sifat yang tidak berakhiran i.

A. Kata Sifat i Sebagai Predikat
Cara membuat kalimat sederhana dengan menggunakan kata sifat sangat mudah!!! Caranya sama dengan membuat kalimat dengan menggunakan kata benda sebagai predikat, yaitu “KB wa KS desu”. Untuk lebih jelas, silakan simak contoh berikut ini:
Contoh Kalimat:
• Atarashii desu.
新しいです。 Baru
• Kono kaban wa atarashii desu.
この鞄は新しいです。 Tas ini baru.
• Kono kaban wa atarashikunai desu.
この鞄は新しくないです。 Tas ini tidak baru

• Takai desu
高いです。 Mahal.
• Watashi no kuruma wa takai desu
私の車は高いです。 Mobil saya mahal.
• Watashi no kuruma wa takakunai desu
私の車は高くないです。 Mobil saya tidak mahal.
Hati-hati!!! Ada beberapa kata sifat yang berakhiran i, namun bukan termasuk kata sifat i. Kata sifat tersebut adalah: Kirei (cantik), kirai (benci) dan yuumei (terkenal).

Keterangan: Cara merubah kata sifat i ke bentuk negatif adalah dengan mengganti huruf i terakhir dengan kunai.
Perubahan Kata Sifat
Bentuk Positif Bentuk Negatif
Bagus Yoi
良い Yokunai
良くない
Baik Hati Yasashii
優しい Yasashikunai
優しくない
Baru Atarashii
新しい Atarashikunai
新しくない
Besar Ookii
大きい Ookikunai
大きくない
Dingin Samui
寒い Samukunai
寒くない
Enak Oishii
美味しい Oishikunai
美味しくない
Menarik Omoshiroi
面白い Omoshirokunai
面白くない
Panas Atsui
暑い Atsukunai
暑くない
Sibuk Isogashii
忙しい Isogashikunai
忙しくない
Sulit Muzukashii
難しい Muzukashikunai
難しくない
Tinggi / Mahal Takai
高い Takakunai
高くない

Bagaimana kalau ingin membuat kalimat pertanyaan dengan kalimat yang predikatnya kata sifat?? Mudah!! Sama seperti pelajaran sebelumnya, kamu tinggal tambahkan partikel "ka" di akhir kalimat

Contoh:
A: Kono kaban wa atarashii desu ka.
この鞄は新しいですか。
B: Hai, atarashii desu.
はい、新しいです。
Iie, atarashikunai desu.
いいえ、新しくないです。 Apakah tas ini baru?

Iya, baru.

Tidak, tidak baru.
A: Nihongo wa omoshiroi desu ka.
日本語は面白いですか。
B: Hai, omoshiroi desu.
はい、面白いです。
Iie, omoshirokunai desu.
いいえ、面白くないです。 Apakah bahasa Jepang menarik?

Iya, menarik.

Tidak, tidak menarik.

Kata Sifat i Sebagai Keterangan Kata Benda
Kalau pada materi sebelumnya kita belajar mengenai kata sifat yang berfungsi sebagai predikat, maka pada kesempatan kali ini kita akan belajar bagaimana membuat kalimat dengan menggunakan kata sifat sebagai keterangan kata benda. Untuk lebih jelas, silakan simak contoh berikut ini:
Contoh Kalimat:
• Atarashii desu.
新しいです。 Baru
• Atarashii kaban desu.
新しい鞄です。 Tas yang baru.
• Kore wa atarashii kaban desu.
これは新しい鞄です。 Ini tas yang baru.
• Kore wa atarashikunai kaban desu
これは新しくない鞄です。 Ini bukan tas yang baru

• Takai desu
高いです。 Mahal.
• Takai kuruma desu
高くない車です。 Mobil yang mahal.
• Kore wa takai kuruma desu.
これは高い車です。 Ini mobil yang mahal.
• Kore wa takakunai kuruma desu.
これは高くない車です。 Ini bukan mobil yang mahal

Contoh Kata Sifat i Pemberi Keterangan Kata Benda
Kaban (tas)
鞄 Yoi (bagus)
良い Yoi kaban
(tas yang bagus)
Hito (orang)
人 Yasashii (baik hati)
優 しい Yasashii hito
(orang yang baik hati)
Hon (buku)
本 Atarashii (baru)
新 しい Atarashii hon
(buku yang baru)
Uchi (rumah)
家 Ookii (besar)
お おきい Okii uchi
(rumah yang besar)
Tokoro (tempat)
所 Samui (dingin)
寒 い Samui tokoro
(tempat yang dingin)
Ryoori (makanan)
料理 Oishii (enak)
美 味しい Oishii ryoori
(makanan yang enak)
Eiga (film)
映画 Omoshiroi (menarik)
面 白い Omoshiroi eiga
(film yang menarik)
Shukudai (PR)
宿題 Muzukashii (sulit)
難 しい Muzukashii shukudai
(PR yang sulit)


Kata Kerja ~ mashita
Kalau pada materi sebelumnya kita membahas mengenai kata kerja bentuk sekarang dan akan datang, maka pada materi kali ini kita akan membahas mengenai kata kerja bentuk lampau. Bentuk lampau kata kerja dinyatakan dengan akhiran "mashita". Mari kita simak perubahan kata kerja berikut ini:
Bentuk Sekarang Bentuk Lampau Arti
Hatarakimasu
働きます Hatarakimashita
働きました Bekerja
Kaerimasu
帰ります Kaerimashita
帰りました Pulang
Kaimasu
買います Kaimashita
買いました Membeli
Kakimasu
書きます Kakimashita
書きました Menulis
Nomimasu
飲みます Nomimashita
飲みません Minum
Mimasu
見ます Mimashita
見 ました Melihat
Nemasu
寝ます Nemashita
寝 ました Tidur
Okimasu
起きます Okimashita
起 きました Bangun
Tabemasu
食べます Tabemashita
食 べました Makan
Kimasu
来ます Kimashita
来ました Datang
Shimasu
し ます Shimashita
しました Melakukan
Benkyoo shimasu
勉強します Benkyoo shimashita
勉強しました Belajar

Contoh Kalimat:
• Kyoo, hatarakimasu.
今日、働きます。 Hari ini bekerja.
→ Kinoo, hatarakimashita.
昨日、働きました。 Kemarin bekerja.
• Ashita, ikimasu.
明日、行きます。 Besok, pergi.
→ Kinoo, ikimashita.
昨日、行きました。 Kemarin, pergi.
• Maiban, benkyoo shimasu.
毎晩、勉強します。 Setiap malam belajar.
→ Yuube, benkyoo shimashita.
夕べ、勉強しました。 Semalam, belajar.

Yang perlu kalian perhatikan adalah kata keterangan waktunya, apakah lampau atau tidak. Berikut ini beberapa kata kerangan waktu yang biasanya digunakan untuk menyatakan kegiatan lampau:
Kinoo 昨日(Kemarin), Kesa 今朝(tadi pagi), Yuube 夕べ(tadi malam), Senshuu 先週(minggu lalu), Sengetsu 先月(bulan lalu), Kyonen 去年(tahun lalu), dll.

Kata Kerja ~ masen deshita
Untuk membuat kalimat negatif lampau, kamu tinggal mengganti "~ mashita" dengan "~ masen deshita".
Bentuk Lampau Positif Bentuk Lampau Negatif Arti
Hatarakimasu
働 きした Hatarakimasen deshita
働 きませんでした Bekerja
Kaerimashita
帰 りました Kaerimasen deshita
帰 りませんでした Pulang
Kaimashita
買 いました Kaimasen deshita
買 いませんでした Membeli
Kakimashita
書 きました Kakimasen deshita
書 きませんでした Menulis
Nomimashita
飲 みました Nomimasen deshita
飲 みませんでした Minum
Mimashita
見ました Mimasen deshita
見 ませんでした Melihat
Nemashita
寝ました Nemasen deshita
寝 ませんでした Tidur
Okimashita
起きました Okimasen deshita
起 きませんでした Bangun
Tabemashita
食べました Tabemasen deshita
食 べませんでした Makan
Kimashita
来ました Kimasen deshita
来ませんでした Datang
Shimashita
し ました Shimasen deshita
しませんでした Melakukan
Benkyoo shimashita
勉強しました Benkyoo shimasen deshita
勉強しませんでした Belajar

Contoh Kalimat:
• Kinoo, hatarakimashita.
昨日、働きました。 Kemarin bekerja.
→ Kinoo, hatarakimasen deshita.
昨日、働きませんでした。 Kemarin tidak bekerja.
• Kinoo, ikimashita.
昨日、行きました。 Kemarin, pergi.
→ Kinoo, ikimasen deshita.
昨日、行きませんでした。 Kemarin tidak pergi.
A: Yuube, benkyoo shimashita ka?
夕べ、勉強しましたか。
B: Iie, benkyoo shimasen deshita.
いいえ、勉強しませんでした。 A: Apakah semalam, belajar.

B: Tidak, tidak belajar.

Apa itu bentuk Stem? Bantuk stem adalah akar kata dari kata kerja. Untuk mengetahui akar dari kata kerja sungguh mudah!!! Anda hanya tinggal menghilangkan kata "masu" pada kata kerja tersebut.
Perhatikan perubahan berikut ini!!!
Kata Kerja 1
Aimasu
会 います Ai Bertemu
Machimasu
待 ちます Machi Menunggu
Kaerimasu
帰 ります Kaeri Pulang
Yomimasu
読 みます Yomi Membaca
Yobimasu
呼 びます Yobi Memanggil
Ikimasu
行 きます Iki Pergi
Oyogimasu
泳 ぎます Oyogi Berenang

Kata Kerja 2
Mimasu
見 ます Mi Nonton
Nemasu
寝 ます Ne Tidur
Oshiemasu
教 えます Oshie Mengajar
Tabemasu
食 べます Tabe Makan

Kata Kerja 3
Kimasu
来 ます Ki Datang
Shimasu
し ます Shi Melakukan
Kegunaan Bentuk Stem:
• Kalimat ajakan (KK stem + mashoo)
• Kalimat ajakan 2 (KK stem + masen ka)
• Menyatakan Keinginan Melakukan Sesuatu (KK stem + tai)
• Menawarkan Bantuan (KK stem + mashoo ka)
• Sambil ~, melakukan ~ (KK stem + nagara)
• Bentuk Perintah (KK stem + nasai)

Ajakan ~ mashoo (~ yuk)
Pada bagian ini kita akan belajar bagaimana membuat kalimat ajakan dalam bahasa Jepang. Ada 2 cara bagaimana membuat kalimat ajakan, yaitu:
• K.kerja (stem) + mashoo (~ yuk)
• K.kerja (stem) + masen ka (bagaimana kalau ~)
Perbedaan antara ke-2 bentuk tersebut terletak pada formalitas bahasa. Ajakan dengan menggunakan bentuk ~ masen ka dianggap lebih sopan dari bentuk ~ mashoo.
Oke, sekarang mari kita perhatikan bagaimana cara membuat bentuk ajakan dengan bentuk ~ mashoo.
Kata Kerja 1
Aimasu
会 います Bertemu Aimashoo
会 いましょう Ketemuan yuk
Hatarakimasu
働 きます Berkerja Hatarakimashoo
働 きましょう Bekerja yuk
Ikimasu
行 きます Pergi Ikimashoo
行 きましょう Pergi yuk
Kaerimasu
帰 ります Pulang Kaerimashoo
帰 りましょう Pulang yuk
Machimasu
待ちます Menunggu Machimashoo
待ちましょう Tunggu yuk
Oyogimasu
泳 ぎます Berenang Oyogimashoo
泳 ぎましょう Berenang yuk

Kata Kerja 2
Mimasu
見 ます Nonton Mimashoo
見 ましょう Nonton yuk
Nemasu
寝 ます Tidur Nemashoo
寝 ましょう Tidur yuk
Tabemasu
食 べます Makan Tabemashoo
食 べましょう Makan yuk

Kata Kerja 3
Kimasu
来 ます Datang Kimashoo
来 ましょう Datang yuk
Shimasu
し ます Melakukan Shimashoo
し ましょう Kerjakan yuk
Benkyoo shimasu
勉 強します Belajar Benkyoo shimashoo
勉 強しましょう Belajar yuk

Contoh Kalimat:
• Moo sukoshi machimashoo.
もう少し待ちましょう。 Tunggu sebentar lagi yuk
• Issho ni ikimashoo.
一緒に行きましょう。 Pergi bareng yuk
• Aruite kaerimashoo.
歩いて帰りましょう。 Pulang jalan kaki yuk

Kosakata:
♦ Moo sukoshi (もう少し): Sebentar lagi
♦ Issho ni (一緒に): Bersama-sama
♦ Aruite (歩いて): Berjalan kaki

ungkapan hore dalam bahasa jepang

Yatta! (Berhasil!/Hore!)

Ungkapan ini digunakan sebagai ungkapan rasa senang atas keberhasilan yang dicapai.
Dialog:
A:
Sensei, shiken wa doo?
せんせい、しけんはどう? Sensei, ujiannya bagaimana?
B: Gookaku shimashita yo.
ごうかくしましたよ! Lulus lho.
A: Yatta!
やった! Hore!

Dialog (kanji)
A: 先生、試験はどう? Sensei, ujiannya bagaimana?
B: 合格しましたよ! Lulus lho.
A: やった! Hore!

fungsi partikel ka dalam bahasa jepang

Partikel "ka" (Apakah ~)
Partikel "ka" berfungsi untuk merubah kalimat pernyataan menjadi kalimat pertanyaan.
Pola Kalimat:
• Yamada san wa nihon-jin desu.
やまださんはにほんじんです。 Yamada orang Jepang.
• Yamada san wa nihon-jin desu ka.
やまださんはにほんじんですか。 Apakah Yamada orang Jepang?

• Jakaruta wa nigiyaka desu.
ジャカルタはにぎやかです。 Jakarta ramai.
• Jakaruta wa nigiyaka desu ka.
ジャカルタはにぎやかですか。 Apakah Jakarta ramai.

Contoh Kalimat:
• Kyoo wa yasumi desu ka.
きょうはやすみですか。 Apakah hari ini libur?
A: Ano hito wa daigakusei desu ka.
あのひとはだいがくせいですか。
B: Hai, soo desu / Iie, chigaimasu.
はい、そうです/いいえ、ちがいます。 Apakah orang itu mahasiswa?

Iya, begitu / Bukan.
A: Ashita wa hatarakimasu ka.
あしたははたらきますか。
B: Hai, hatarakimasu./Iie, hatarakimasen.
はい、はたらきます/いいえ、はたらきません。 Apakah besok bekerja?

Iya, bekerja./Tidak, tidak bekerja.
Fungsi Partikel No dalam Bahasa Jepang

Ari lagi suka belajar bahasa Jepang lagi (untuk menghilangkan virus JGS hikhikhik), baca-baca dari link yang diinfokan milis tadotsugakuendi sini, lagi yang ari pelajari saat ini tentang partikel no, dan pembahasan yang ari dapat seperti dibawah ini, jangan lupa berkunjung ke sumber blog langsung disini


Partikel no yang akan kita bicarakan di bawah ini termasuk ke dalam kelas Kakujoshi.


a. Partikel no dapat dipakai untuk menggabungkan dua buah nomina. Nomina yang ada sebelum partikel no menjadi kata keterangan bagi nomina yang ada setelah partikel no.

1) Tsukue no ue ni kaban ga aru. [Di atas meja ada tas.]
2) Heya no naka ni dare ka imasu ka? [Di dalam ruangan ada siapa?]
3) Eki no chikaku ni depaato ga arimasu. [Di dekat stasiun ada department store.]
4) Sore wa Wijoyo-san no hon desu. [Itu adalah buku milik Wijoyo-san.]
5) Tanaka-san wa anata no tomodachi desu ka? [Apakah Tanaka-san teman anda?]
6) Watashi no tanjoubi wa rokugatsu itsuka desu. [Ulang Tahun saya tanggal 5 Juni.]
7) Koko wa Nihongo no senmon gakkou desu. [Di sini adalah sekolah jurusan Bahasa Jepang.*]
8) Otoko no ko mo onna no ko mo oozei imasu. [Anak laki-laki dan anak perempuan pun banyak.]
9) Kouen ni wa bara no hana ga saite imasu. [Di taman, Bunga Mawar bermekaran.]
10) Senshuu no doyoubi ni Jakaruta e ikimashita. [Sabtu minggu lalu,saya pergi ke Jakarta.]
11) Kyou no jugyou wa nan ji kara nan ji made desu ka? [Pelajaran hari ini dari jam berapa sampai jam berapa?]
12) Watashi wa kyonen no juugatsu ni Nihon e kimashita. [Saya pada bulan Oktober tahun lalu tiba di Jepang.]


b. Partikel no dapat dipakai untuk menggabungkan dua bagian kalimat. Bagian kalimat yang ada sebelum partikel no menjadi keterangan bagi bagian kalimat yang ada setelah partikel no. Fungsi partikel no ini hampir sama dengan fungsi partikel no pada bagian a. Namun, partikel no pada bagian b ini dalam pemakaiannya bisa diganti dengan partikel ga.

1) Uta no jouzu na hito wa Yokoyama-san desu.
>> Uta ga jouzu na hito wa Yokoyama-san desu.
[Orang yang pandai bernyanyi itu adalah Yokoyama-san. ]

2) Watashi no ikitai kuni wa Amerika desu.
>> Watashi ga ikitai kuni wa Amerika desu.
[Negara yang ingin saya kunjungi adalah Amerika.]


c. Partikel no dapat dipakai untuk menyatakan perbandingan seperti pada kalimat-kalimat berikut:

1) Jakaruta no hou ga Bandung yori ookii desu. [Dibanding Bandung, Jakarta lebih besar.]
2) Kanji no hou ga hiragana yori muzukashii. [Dibanding Hiragana, Kanji lebih sulit.]
3) Amir-san no hou ga Ali-san yori Nihongo ga jouzu desu.


d. Partikel no dapat dipakai untuk menyatakan contoh atau perumpamaan seperti pada contoh kalimat-kalimat berikut.

1)* Kodomo no you ni nakimashita. [Mulai menangis seperti anak kecil.]
2) Nihonjin no you ni Nihongo o hanashimasu.[Berbicara seperti orang Jepang.]

e. Partikel no dapat dipakai untuk menyatakan sebab-sebab, alasan atau tujuan dilakukannya/terjadinya sesuatu.

1) Byouki no tame ni kaisha e ikemasen deshita. [Karena sakit Saya tidak bisa pergi ke kantor.]
2) Eigo no benkyou no tame ni gakkou e ikimashita. [Saya pergi ke sekolah untuk belajar Bahasa Inggris.]


f. Partikel no dapat dipakai untuk menyatakan benda atau barang yang dimiliki.

1) Kono kamera wa Amir-san no desu. [Kamera ini milik Amir-san.]
2) Kore wa anata no desu ka? [Apakah ini milik anda?]

g. Partikel no dapat dipakai untuk menggantikan orang atau benda.

1) Jakaruta e iku no wa Amir-san dake desu. [Yang pergi ke Jakarta cuma Amir-san saja.]
2) Takai no mo yasui no mo arimasu. [Yang mahal ada, yang murah pun ada.]

h. Partikel no dapat dipakai untuk mengubah verba menjadi nomina.
1) Kanji o yomu no wa muzukashii. [Membaca kanji susah.]
2) Kaeru no wa itsu desu ka?

Untuk kasus 'koto dan 'no' yang hampir mirip maknanya itu misalnya..
Watashi ga anata wo aishiteru koto wa Kamisama ga shitte iru.
Watashi ga anata wo aishiteru no wa Kamisama ga shitte iru.
>> Tuhan tahu ku cinta kau
*mirip lagunya BCL yes..



Selain sebagai kakujoshi, partikel no dipakai juga sebagai shuujoshi.


Shuujoshi dipakai pada akhir kalimat atau pada akhir bagian-bagian kalimat (bunsetsu) untuk menyatakan perasaan pembicara seperti rasa haru, larangan dan sebagainya (Tadasu, 1989: 143-144).


Shuujoshi ialah partikel-partikel yang dipakai pada bagian akhir kalimat untuk menyatakan pertanyaan, rasa heran, keragu-raguan, harapan atau rasa haru pembicara seperti partikel ka, na, ne dan sebagainya. [Bunkachou, 1978: 29]. Partikel yang termasuk shuujoshi yang sering dipakai dalam pemakaian Bahasa Jepang sehari-hari yakni partikel-partikel ka, kashira, kke, na/naa, ne/nee, no, sa, tomo, wa ya, yo, ze dan zo.

Dalam dua defenisi yang telah dikemukakan di atas disebutkan bahwa shuujoshi di antaranya dipakai untuk menyatakan suatu perasaan [kandou] yang dirasakan pembicara pada waktu mengucapkannya. Fungsi shuujoshi seperti ini dimiliki juga oleh kelas kata interjeksi [kandoushi]. Sehingga ada juga yang menyebut shuujoshi ini dengan istilah kandoujoshi.



Partikel no yang termasuk shuujoshi dipakai pada akhir kalimat untuk menyatakan hal-hal sebagai berikut.

a. Partikel no dipakai untuk menyatakan keputusan atau ketegasan pembicara.
1) Kare wa totemo shinsetsu na no. [Dia sangat ramah lho.]*
2) Mou ii no. [Sudahlah.]
3) Iie, chigau no. [Tidak, bukan begitu.]*

Partikel no pada kalimat di atas, dalam ragam bahasa wanita dapat ditambah partikel yo sehingga menjadi no yo.

1) Kare wa totemo shinsetsu na no yo.
2) Mou ii no yo.
3) Iie, chigau no yo.

b. Partikel no dapat dipakai untuk menyatakan kalimat tanya.
1) Doushita no? [Ada apa??]
2) Doushite tabenai no? [Kenapa tidak makan?]
3) Nani o shiteru no? [Sedang melakukan apa?]

-
Sumber:
Gramatika Bahasa Jepang Modern
Seri B
Sudjianto
Kesaint Blanc, 2000
Fungsi Partikel No dalam Bahasa Jepang

Ari lagi suka belajar bahasa Jepang lagi (untuk menghilangkan virus JGS hikhikhik), baca-baca dari link yang diinfokan milis tadotsugakuendi sini, lagi yang ari pelajari saat ini tentang partikel no, dan pembahasan yang ari dapat seperti dibawah ini, jangan lupa berkunjung ke sumber blog langsung disini


Partikel no yang akan kita bicarakan di bawah ini termasuk ke dalam kelas Kakujoshi.


a. Partikel no dapat dipakai untuk menggabungkan dua buah nomina. Nomina yang ada sebelum partikel no menjadi kata keterangan bagi nomina yang ada setelah partikel no.

1) Tsukue no ue ni kaban ga aru. [Di atas meja ada tas.]
2) Heya no naka ni dare ka imasu ka? [Di dalam ruangan ada siapa?]
3) Eki no chikaku ni depaato ga arimasu. [Di dekat stasiun ada department store.]
4) Sore wa Wijoyo-san no hon desu. [Itu adalah buku milik Wijoyo-san.]
5) Tanaka-san wa anata no tomodachi desu ka? [Apakah Tanaka-san teman anda?]
6) Watashi no tanjoubi wa rokugatsu itsuka desu. [Ulang Tahun saya tanggal 5 Juni.]
7) Koko wa Nihongo no senmon gakkou desu. [Di sini adalah sekolah jurusan Bahasa Jepang.*]
8) Otoko no ko mo onna no ko mo oozei imasu. [Anak laki-laki dan anak perempuan pun banyak.]
9) Kouen ni wa bara no hana ga saite imasu. [Di taman, Bunga Mawar bermekaran.]
10) Senshuu no doyoubi ni Jakaruta e ikimashita. [Sabtu minggu lalu,saya pergi ke Jakarta.]
11) Kyou no jugyou wa nan ji kara nan ji made desu ka? [Pelajaran hari ini dari jam berapa sampai jam berapa?]
12) Watashi wa kyonen no juugatsu ni Nihon e kimashita. [Saya pada bulan Oktober tahun lalu tiba di Jepang.]


b. Partikel no dapat dipakai untuk menggabungkan dua bagian kalimat. Bagian kalimat yang ada sebelum partikel no menjadi keterangan bagi bagian kalimat yang ada setelah partikel no. Fungsi partikel no ini hampir sama dengan fungsi partikel no pada bagian a. Namun, partikel no pada bagian b ini dalam pemakaiannya bisa diganti dengan partikel ga.

1) Uta no jouzu na hito wa Yokoyama-san desu.
>> Uta ga jouzu na hito wa Yokoyama-san desu.
[Orang yang pandai bernyanyi itu adalah Yokoyama-san. ]

2) Watashi no ikitai kuni wa Amerika desu.
>> Watashi ga ikitai kuni wa Amerika desu.
[Negara yang ingin saya kunjungi adalah Amerika.]


c. Partikel no dapat dipakai untuk menyatakan perbandingan seperti pada kalimat-kalimat berikut:

1) Jakaruta no hou ga Bandung yori ookii desu. [Dibanding Bandung, Jakarta lebih besar.]
2) Kanji no hou ga hiragana yori muzukashii. [Dibanding Hiragana, Kanji lebih sulit.]
3) Amir-san no hou ga Ali-san yori Nihongo ga jouzu desu.


d. Partikel no dapat dipakai untuk menyatakan contoh atau perumpamaan seperti pada contoh kalimat-kalimat berikut.

1)* Kodomo no you ni nakimashita. [Mulai menangis seperti anak kecil.]
2) Nihonjin no you ni Nihongo o hanashimasu.[Berbicara seperti orang Jepang.]

e. Partikel no dapat dipakai untuk menyatakan sebab-sebab, alasan atau tujuan dilakukannya/terjadinya sesuatu.

1) Byouki no tame ni kaisha e ikemasen deshita. [Karena sakit Saya tidak bisa pergi ke kantor.]
2) Eigo no benkyou no tame ni gakkou e ikimashita. [Saya pergi ke sekolah untuk belajar Bahasa Inggris.]


f. Partikel no dapat dipakai untuk menyatakan benda atau barang yang dimiliki.

1) Kono kamera wa Amir-san no desu. [Kamera ini milik Amir-san.]
2) Kore wa anata no desu ka? [Apakah ini milik anda?]

g. Partikel no dapat dipakai untuk menggantikan orang atau benda.

1) Jakaruta e iku no wa Amir-san dake desu. [Yang pergi ke Jakarta cuma Amir-san saja.]
2) Takai no mo yasui no mo arimasu. [Yang mahal ada, yang murah pun ada.]

h. Partikel no dapat dipakai untuk mengubah verba menjadi nomina.
1) Kanji o yomu no wa muzukashii. [Membaca kanji susah.]
2) Kaeru no wa itsu desu ka?

Untuk kasus 'koto dan 'no' yang hampir mirip maknanya itu misalnya..
Watashi ga anata wo aishiteru koto wa Kamisama ga shitte iru.
Watashi ga anata wo aishiteru no wa Kamisama ga shitte iru.
>> Tuhan tahu ku cinta kau
*mirip lagunya BCL yes..



Selain sebagai kakujoshi, partikel no dipakai juga sebagai shuujoshi.


Shuujoshi dipakai pada akhir kalimat atau pada akhir bagian-bagian kalimat (bunsetsu) untuk menyatakan perasaan pembicara seperti rasa haru, larangan dan sebagainya (Tadasu, 1989: 143-144).


Shuujoshi ialah partikel-partikel yang dipakai pada bagian akhir kalimat untuk menyatakan pertanyaan, rasa heran, keragu-raguan, harapan atau rasa haru pembicara seperti partikel ka, na, ne dan sebagainya. [Bunkachou, 1978: 29]. Partikel yang termasuk shuujoshi yang sering dipakai dalam pemakaian Bahasa Jepang sehari-hari yakni partikel-partikel ka, kashira, kke, na/naa, ne/nee, no, sa, tomo, wa ya, yo, ze dan zo.

Dalam dua defenisi yang telah dikemukakan di atas disebutkan bahwa shuujoshi di antaranya dipakai untuk menyatakan suatu perasaan [kandou] yang dirasakan pembicara pada waktu mengucapkannya. Fungsi shuujoshi seperti ini dimiliki juga oleh kelas kata interjeksi [kandoushi]. Sehingga ada juga yang menyebut shuujoshi ini dengan istilah kandoujoshi.



Partikel no yang termasuk shuujoshi dipakai pada akhir kalimat untuk menyatakan hal-hal sebagai berikut.

a. Partikel no dipakai untuk menyatakan keputusan atau ketegasan pembicara.
1) Kare wa totemo shinsetsu na no. [Dia sangat ramah lho.]*
2) Mou ii no. [Sudahlah.]
3) Iie, chigau no. [Tidak, bukan begitu.]*

Partikel no pada kalimat di atas, dalam ragam bahasa wanita dapat ditambah partikel yo sehingga menjadi no yo.

1) Kare wa totemo shinsetsu na no yo.
2) Mou ii no yo.
3) Iie, chigau no yo.

b. Partikel no dapat dipakai untuk menyatakan kalimat tanya.
1) Doushita no? [Ada apa??]
2) Doushite tabenai no? [Kenapa tidak makan?]
3) Nani o shiteru no? [Sedang melakukan apa?]

-
Sumber:
Gramatika Bahasa Jepang Modern
Seri B
Sudjianto
Kesaint Blanc, 2000